SEJARAH DESA

 SEJARAH DESA WORI



Asal mula desa Wori di ambil dari nama  sebuah pohon, yaitu pohon Bori atau rokako, pohon Bori tersebut ada terdapat di sungai Wori yang terletak di belakang desa Wori. Desa Wori didirikan pada tanggal 4 April tahun 1800. penduduk waktu itu hanya  terdiri dari kurang lebih tiga puluh kepala keluarga, dan kepala desa mula-mula yaitu Simon Dien,  yang tumani atau perintis desa Wori adalah DUTO DIEN, yang berasal dari Sonder atau Desa Sonder Kabupaten Minahasa. dahulu yang menjadi bahasa sehari-hari adalah bahasa daerah (bahasa Tombulu). 

Pada zaman kepala desa Simon Dien, desa Wori terancam dari perampok-perampok bajak laut Mindanau yang berasal dari Philipina. Bajak-bajak laut itu bukan hanya merampok tapi membunuh penduduk, sehingga penduduk ketakutan dan lari ke Ilow-ilow dan mendirikan desa disana, yang diberi nama Desa Karegesan. Disana, penduduk mendapat musibah penyakit sehingga banyak penduduk yang meninggal dunia. Karena tidak tahan di desa Karegesan maka penduduk berpindah ke Pamuli dan mendirikan Desa Pamuli di Pamuli, penduduk mendapat musibah lagi yaitu, berjuta-juta katak masuk ke desa, masuk ke rumah-rumah penduduk bahkan masuk sampai ke atas panci. Musibah katak ini penduduk dapat mengatasinya sehingga penduduk tetap tinggal di Pamuli. namun pada suatu hari penduduk mendapat musibah lagi seorang penduduk (gadis) di culik oleh bajak laut Mindanao, gadis itu diculik ketika sedang mencuci pakaian di sungai Kima tanda-tanda dari bajak laut Mindanao sehingga dapat menculik gadis yang sedang mencuci pakaian di sungai, dengan tanda hanyutnya banyak sekali kulit-kulit jagung di Sungai.

Anggapan dari bajak laut itu dengan hanyutnya banyak sekali kulit-kulit jagung di sungai, tentunya ada orang yang tinggal disekitar sungai, termasuk penduduk desa Wori yang telah lahir, sehingga bajak-bajak laut itu menyelusuri sungai untuk mencari penduduk setelah tempat tinggal penduduk sudah diketahui oleh bajak-bajak laut, maka penduduk dan kepala desa  Simon Dien memutuskan untuk kembali ke desa mula-mula yaitu desa Wori. setelah penduduk kembali ke desa Wori, maka datang kembali para bajak laut Mindanao menyerbu penduduk, sehingga terjadi perkelahian penduduk dan para bajak laut yang tidak dapat terhindari, tapi kemenangan  ada dipihak penduduk, sebab para bajak laut banyak yang mati  dan lain melarikan diri sehingga tidak kembali lagi untuk mengganggu penduduk atau masyarakat desa Wori.



Posting Komentar

0 Komentar